Wednesday, January 6, 2016

Halaman satu



Suasana desa yang asri dan tenang di sore hari senantiasa membuat kenikmatan tersendiri selepas seharian bekerja, hingga menjelang sore hari dan bergantilah menjadi petang. Warga yang sangat antusias pergi ke masjid untuk melakukan ibadah, hingga hujan menyelimuti malam itu, dan dengan segerombolan anak muda nampaknya sedang asik bercengkrama
(Dengan penuh semangat) Marno: malam tahun baru mau kemana ni…
(terlintas terdengar ucapan dari salah satu anak di belakang dekat jendela masjid) Bayu: nyumet mercon wae….
(dengan muka riang dan penuh semangat) Agus: iy tu…asikkkkk
(dengan muka penuh tanya) Marno: kalo hujan begini jadi tidak asik main petasan..
(jawaban kebingungan terucap seketika) Bayu: trus harus gimana…
(Dari kejauhan tampak Buyung segera bergegas ikut rombongan ngobrol tersebut)
Buyung: bagaimana kalo kita ke Tugu jogja saja….
(dengan penuh semangat dan semangat) Bayu: Bagus tu idemu…eits tapi macet tu..
(berlagak seperti tau solusinya) Buyung: itu mah urusan gampang…
(dengan muka penuh tanya) Bayu: lha bagaimana solusinya
(dengan rasa bangga ingin memberikan solusi) Buyung: kita jalan kaki aja, khan cepat sampai dan ngak kena macet
(dengan seperti Marno: bisa itu idenya, lagi pula menikmati malam dengan jalan kaki sepertinya lebih asik lho
Agus: aku ngikut aja dehhhhhh

Sudah hampir jam Sembilan malam.Warga yang awalnya menunggu hujan reda akhirnya pulang ke rumah masih-masih meninggalkan segerombolan anak muda tersebut.Tak terasa keesokan harinya jam sekolah telah menantiku, di tengah kehidupan sekolah tersebut ada pertanyaan
 Malam tahun baru mau kemana?? Dengan percaya diri dan yakin seyakin-yakinya, aku jawab, aku sudah ada acara dengan teman kampungku.
Sontak jawaban terdengar dari sampingku,,em…
”tak kira belum ada acara, mau tak ajak main PS ne….” kata Andi.
“ya mau gi mana lagi, teman-teman desaku untuk pada janjian mau ke tugu jogja menikmati malam ganti tahun ni” kataku.
Tak lama dari obrolan tersebut, terdengar pula teman-teman perempuan yang dengan lebay sekaligus ikut obrolan, menggunakan gaya masing-masing dalam berbicara.
“aku mau ngajak kalian ni semua” kata Puput. “kemana” sontak kata itu terucap hampir semua laki-laki yang ada di situ, baik itu dalam mulut mereka mungkin hati merekapun juga sama. “ke rumahku lah, daripada ke luar menghabiskan uang, lebih baik ke rumah melihat film” kata puput dengan muka yang manis.
“boleh tu” sahut Andi dengan mengagguk kepalanya ke bawah.
Tepat tanggal dua Januari, Bayu menghampiriku di rumah, ia membawa kabar baik untukku. “hey,,,ada kabar baik ini” kata Bayu dengan muka senyum bahagia.
 “kabar baik apa” sahut aku dengan rasa sedikit mengantuk
 “coba cek koran Bernas hari ini” kata Bayu dengan tegas
“memang ada apa” kataku dengan santai

“kita masuk Koran lo…” kata Bayu dengan tegas dan lugas
“kok bisa, “ kataku terheran-heran
“kemarin ternyata ketika kita berfoto bersama, itu merupakan seorang wartawan yang mengambil gambar kita” kata Bayu dengan sabar menerangkan kepadaku yang masih mengantuk
“iya po, di halaman berapa” kataku lagi yang masih menyimpan tanda tasnya
“halaman satu broooo,,,besar lagi fotonya” Kata Bayu dengan penuh semangat


Halaman satu


Beberapa hari menanti pergantian tahun, terasa semilir angin dingin diiringi gemuruh petir tanda setujunya antara alam dan aturan manusia mengenai jumlah hitungan hari dalam satu tahun akan segera diakhiri.
Kicauan burung dan nyanyian orchestra alam di tengah padang hijaunya ladang sawah membangunkan rasa kegairahan menanti pergantin tahun. Suara gemricik air mengalir dari satu kubangan menuju kubangan yang lain terasa menambah khusuknya hati selagi masih penat karena rutinitas harian, matahari yang senantiasa datang dengan membawa semangat seperti sinarnya yang sangat terik. Di sore hari ini, seperti biasa, memandang langit yang mempertontonkan pertujukan awan hitam pekat seolah seperti memasuki lorong waktu jika kita melihatnya.
Tak jauh dari padang kehijauan, tampak sesekali orang berkeliing hilir mudik dari arah satu ke lainnya, mereka yaitu orang-orang yang tinggal di desa tersebut, sambil sesekali menyapa dengan murah senyum sekali masih kenal ingatanku, siapa nama-nama orang tersebut
Biasanya, dari sekian banyak orang yang lewat di jalan desa tersebut, ada beberapa yang tidak hanya sendiri melainkan bisa saja segrombolan ternak entah itu milih siapa lewat. Hewan-hewan tersebut sunguh mungkin sudah hapal jalan menuju rumah singgah ketika malam akan tiba. Jalan itu memang khusus dilalui dengan jalan kaki ataupun kendaraan roda dua entah itu sepeda onthel maupun sepeda yang bermesin, ada pula gerobak sapi yang biasa hilir mudik melewati jalan desa itu. Memang jalan itu sangat tidak pas untuk dilalui kendaraan yang besar seperti mobil.
Gemuruh kentongan dari masjid telah terdengar, tak lama lagi adzan berkumandang, yang menandakan saat salat maghrib tiba. Sesegera mungkin bergegas pulang. Sesampainya di rumah, mandi menjadi kegitan selanjutnya itupun bisa langsung mandi jika kamar mandi sedang tidak digunakan oleh salah satu manusia di keluargaku. Sesudah mandi trus shalat maghrib diringi lantunan hujan yang mulai turun di atas seng rumahku.
Turunnya hujan dengan sangat deras membuatku sejenak duduk di masjid sambil ditemani orang-orang yang sedang menatap hujan, dengan beberapa tatapan berbagai versi. Anak-anak muda seperti halnya kaum muda pada saat itu, mengobrol merupakan kegiatan nyaman di saat keadaan seperti ini. Dari beberapa jangkah terlihat Marno bertanya kepada segerombolan anak-anak
Marno: malam tahun baru mau kemana ni…
Bayu: nyumet mercon wae….
Agus: iy tu…asikkkkk
Marno: kalo hujan begini jadi tidak asik main petasan..
Bayu: trus harus gimana…
Dari kejauhan tampak Buyung segera bergegas ikut rombongan ngobrol tersebut
Buyung: bagaimana kalo kita ke Tugu jogja saja….
Bayu: Bagus tu idemu…eits tapi macet tu..
Buyung: itu mah urusan gampang…
Bayu: lha gmana solusinya
Buyung: kita jalan kaki aja, khan cepat sampai dan ngan kena macet
Marno: bisa itu idenya, lagi pula menikmati malam dengan jalan kaki sepertinya lebih asik lho
Agus: aku ngikut aja dehhhhhh
Tak terasa obrolan mereka telah ditinggal pergi satu persatu orang-orang yang sedang menunggu di masjid. Dengan kesepakatan bersama, kami akhirnya pulang ke rumah masig-masing untuk beristirahat, mengingat sudah hampir jam Sembilan malam.
Sesampainya di rumah, aku pun seperti biasa. Cuci kaki terlebih dahulu setelah terkena kotoran air hujan yang mambasahi kaki bagian bawahku, dan tak terasa, perut ini terasa bergoyang meminta isi bahan bakar, menginggat waktu sore aku belum makan, aku bergegas menuju dapur untuk makan, dengan makan dan minum seadanya, aku pun makan nasi, sayur asam, dan lauk telor asin. Minuman pun juga seadanya yaitu air putih.
Rasa kenyang pun terasa sangat di perutku, hingga membuatku mengantuk. Detak jam terus berjalan hingga tak sadar telah menunjuk jam setengah sebelas malam, memang sudah saatnya tidur. Tidur dengan ditemani televisi yang masih menyala. Seperti biasa kadang susah tidur jika tidak ada ditemani televisi.
Pagi hari aku bangun seperti biasa, jam 5 pagi, trus shalat subuh dan bergegas menuju mimbar ilmu, ya itulah sekolah. Di sekolah aku bertemu dengan teman-temanku, seperti biasa mengobrol ini itu yang akhirnya berujung pada petanyaan. Malam tahun baru mau kemana?? Dengan percaya diri dan yakin seyakin-yakinya, aku jawab, aku sudah ada acara dengan teman kampungku.
Sontak jawaban terdengar dari sampingku,,em…”tak kira belum ada acara, mau tak ajak main PS ne….” kata Andi. “ya mau gi mana lagi, teman-teman desaku untuk pada janjian mau ke tugu jogja menikmati malam ganti tahun ni” kataku.
Tak lama dari obrolan tersebut, terdengar pula teman-teman perempuan yang dengan lebay sekaligus ikut obrolan, menggunakan gaya masing-masing dalam berbicara. “aku mau ngajak kalian ni semua” kata Puput. “kemana” sontak kata itu terucap hampir semua laki-laki yang ada di situ, baik itu dalam mulut mereka mungkin hati merekapun juga sama. “ke rumahku lah, daripada ke luar menghabiskan uang, lebih baik ke rumah melihat film” kata puput dengan muka yang manis. “boleh tu” sahut Andi dengan mengagguk kepalanya ke bawah. Beberapa teman yang awalnya tak ikut mengobrol akhirnya ikut merapat, bak rapat penting seperti rapat di DPR.
Entah ada apa saat itu, mereka semua menolak tawaran puput itu, kaum adam tersebut lebih memilih main PS daripada harus nonton film yang belum tentu mereka senangi. Dengan main PS keseruan akan lebih hidup dan lebih seruuuu. Tak terasa bel sekolah masuk sudah terdengar jelas di pojok dekat kantor kepala sekolah. Detik demi detik sampai berganti menit dan akhirnya berakhirlah jam sekolah. Pulang semua warga sekolah tersebut
Seperti biasa, pulang sekolah tidak langsung pulang, biasanya bertemu dengan teman dan mengobrol santai di teras sekolah sambil melihat orang tua mencari anaknya untuk pulang. Ya pembicaraan istirahat tadi masih dilanjut sampai saat ini, mereka yang akan main PS pun masih tetap bersemangat.
Matahari sudah mulai meninggalkan cahaya terangnya, digantikan dengan malam yang diiringi dengan suara burung-burung liar entah itu burung gereja, sriti, maupun merpati seperti berhamburan ingin kemabali kesarangnya. Melihat jam di dinding, sepert melihat sebuah lorong waktu yang tidak pernah bisa kita kembali lagi ke masa lalu 11 bulan, perjalanan yang lama tersebut sudah menjadi sejarah tiap manusia. Kesempatan yang diberikan tuhan untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya mungkin tidak sepenuhnya digunakan dan tak terasa malam ini merupakan malam terakhir di tahun ini, yang itu artinya esok hari sudah berganti tahun.
Sejuknya udara petang ini semakin membuat nuansa malam tahun baru menjadi lebih nyaman. Capek beraktivitas seharian seperti terasa hilang setelah mendengar suara-suara terompet dan petasan yang mulai dibunyikan. Sorak gembira akan mencapai puncaknya tepat pukul 24.00 di seantero jagad bumi ini.
Agenda dengan teman kampung menjadi agenda yang ku tunggu-tunggu, satu demi satu mereka datang dan berkumpul tepat di pinggir jalan raya. Aku, Buyung, Bayu, Marno tak terasa sudah berkumpul. Tanpa berpikir panjang, jam mununjuk pukul setengah delapan, kami pun bergegas berjalan kaki menuju pusat kota, jarak tempat kami dengan pusat kota ya mungkin bisa delapan sampai sepuluh kilometer. Jarak yang mungkin lumayan jauh, tapi demi tahun baru yang jika kami pakai kendaraan akan sangat susah untuk bergerak, itu pun belum lagi untuk parkir kendaraan mengingat pengalaman tahun-tahun lalu. Jalan kaki memang jadi pilihan tepat karena selain murah juga bisa menikmati jalan-jalan yang sangat ramai dan tentunya kami tidak ikut membuat macet jalan.
Setapak demi setapak, banyak hal dapat dilihat dari pinggiran jalan raya, banyak penjual aneka terompet hingga makanan ringan seperti jagung bakar, wedang ronde, dan roti bakar khas bandung ikut meramaikan suasana. Dari semua pedagang itu dapat kita amati kesamaan diantara mereka yaitu masalah harga. Harga pun sedikit dinaikkan dari hari biasa, seperti jagung bakar yang pada hari biasa harganya sekitar 3000 rupiah, sekang menjadi 5000 rupiah. Memang tahun baru menjadi tahun keberutungan bagi para pengais rejeki jalanan, mudah-mudahan tidak turun hujan.
Sedikit demi sedikit perjalanan kami menuju pusat kota sudah terlihat sampai, ribuan orang sudah menyesaki jalanan. Bahkan motor atau mobil pun tidak bisa berjalan, mereka hanya sesekali dengan sedikit gas dapat berjalan dan mungkin mereka harus lebih sangat bersabar mengingat kesemrawutan jalan akibat banyaknya kendaraan roda dua berhenti di pinggiran jalan. Hal itu memang menjadi biang masalah dari kemacetan, tak pelak polisi pun sangat sibuk untuk mengurus urusan seperti ini. Berkali-kali pluit polisi entah itu dari satuan sabhara maupun polantas ataupun provos sibuk mengatur jalanan yang kebanyakan didominasi kaum muda.
Jalan kaki menjadi lebih cepat dan ramah lingkungan, mengingat tidak akan ikut menyumbang kemacetan lalu lintas, andai saja jauh-jauh hari urusan lalu lintas diantisipasi, mungkin tidak akan macet parah seperti ini. Alangkah miris apabila kendaraan darurat seperti ambulance maupun mobil pemadam kebakaran dibuat harus terkena macet. Padahal kendaraan itu sangat penting untuk menjaga keselamatan umat manusia ketika terkena bencana.
Tiba sampailah di Tugu Jogja, perlu diketahui bahwa tugu ini sangat kental dengan nuansa sejarah, sampai-sampai banyak orang entah itu anak muda maupun orang tua sekalipun sibuk mengambil foto mereka dengan latar belakang tugu Jogja. Aku dan temanku pun sembari melihat-lihat keramaian dan mendengar suara terompet menggema di setiap sudut pusat kota ini. Tak dirasa ternyata jam sudah mununjuk angka sebelas malam lebih lima belas menit, itu artinya tidak lama lagi gaung besar pergantian tahun akan semakin ramai, dan itu juga pertanda bahwa perjalanan kami ternyata cukup lama juga untuk sampai pusat kota.
 Malam semakin larut, kami pun bergegas mencari tempat untuk sekadar menikmati malam tahun baru ini, alhasil hampir semua sudut sudah dipenuhi ribuan manusia, ya akhinya dapatlah tempat tepat di pinggir jalan depan sebuah hotel di daerah tersebut.
Segerombolan pemuda pemudi malah sering bikin bosan melihatnya, antara satu dengan lainnya sangat menganggu pemandangan malam, gemuruh terompet dan petasan seolah tetap terdengar sangat jelas. Hingga pada suatu ketika ada seseorang yang sibuk mencari orang untuk sekedar berfoto bersama. Satu persatu manusia dikumpulkan menjadi satu barisan bak sepeti pemain bola yang akan difoto, baik kalangan anak muda maupun militer pun ikut serta dapat barisan tersebut, tak kurang dari duapuluhan orang ikut baris tersebut. Setelah baris dirasa cukup, sesi pengambilan di mulai, beberapa kali jepretan di ambil entah di dari kamera siapa saja.
Setelah melihat keramaian malam pergantian tahun baru, sampailah harus bergegas pulang, tentunya dengan berjalan kaki. Mengingat jam satu pagi pasti belum ada kendaraan umum yang beroperasi, mungkin itu hanya taksi tapi mahal, lebih baik jalan kaki. Ya lebih sehat dan tentunya murah. Seharian ini harus dilalui dengan jalan kurang lebih 20 km harus berjalan kaki. Sungguh rasa cepek yang tiada tara.
Pada tanggal satu Januari merupakan hari libur nasional, entah ada apa di pikiranku seolah ada seseuatu hal yang menganjal hingga akhirnya hari itu hanya diisi dengan tidur hampir seharian. Bangun sudah melihat matahari menjelang petang.
Tepat tanggal dua Januari, salah satu temanku, Bayu menghampiriku di rumah, ia membawa kabar baik untukku. “hey,,,ada kabar baik ini” kata Bayu. “kabar baik apa” sahut aku., “coba cek koran Bernas hari ini” kata Bayu, “memang ada apa” kataku,
“kita masuk Koran lo…” kata Bayu
“kok bisa, “ kataku,
“kemarin ternyata ketika kita berfoto bersama, itu merupakan seorang wartawan yang mengambil gambar kita” kata Bayu
“iya po, di halaman berapa” kataku lagi
“halaman satu broooo,,,besar lagi fotonya” Kata Bayu dengan penuh semangat
Lalu aku bergegas mencari uang recehan yang mungkin masih tersisa di atas kulkas rumahku, ku hitung hingga dirasa cukup untuk membeli sebuah Koran yang konon ada fotoku tersebut. Setelah aku sampai di tempat penjualan Koran, aku sangat terkejut melihat foto tersebut di halaman depan dengan foto yang teramat besar.
Ini merupakan pengalaman luar biasa bisa masuk koran di halaman satu menjadi berita utama, meskipun hanya foto, tapi pengalaman masuk koran tersebut tidak akan menjadi foto tanpa sejarah, melainkan akan menjadi sejarah dalam hidupku.





Monday, October 19, 2015

Sahabat

Hujan penuh tanya
seiring luka dan air mata
kau berbaring dengan senyummu
semua hati teriris
maaf kawan
tak dapat kupenuhi semua itu
hanya doa dan keiklasan
untukmu di sana

Di stasiun Tugu

Kembali kukumpulkan rindu
lambaian tangan itu di stasiun tugu
kereta segera membawamu

kau tersenyum dalam janji
menangis dalam kalbu
terinjak dalam batin

Takut

Datang dan pergi
membawa getaran
detak jantung terasa semakin cepat
dan takut tak kembali
doalah menjadi saksi
semua kegiatan manusia
penantian esok hari
menjadi harapan

Penanganan File tiba-tiba hilang karena Vrus


Pernahkan anda mengalami kepanikan ketika sedang mengutak atik file-file yang ada di komputer, khususnya yang senang berbagi file dengan flashdisk, tiba-tiba hilang....

ternyata itu semua karena vrus komputer, tapi tenang ada solusi, ikutilah langkah-langkah berikut:

1. buka Mycomputer dengan menekan tombol windows dan E, seperti tampak di bawah ini



2. Pilih Organize, kemudian pilih Folder and search option



 3.Setelah terbuka jendela baru, jangan lupa pilih tab view.




4. Perhatikan tanda ceklis pada jendela view, modifikasilah seperti gambar di bawahnya


5. Perubahan dapat dilakukan seperti berikut:
apabila ada peringatan ketika melakukan perubahan, maka pilih yes

Sunday, October 4, 2015

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan 
kepada hujan yang menjadikannya tiada


 Sapardi Djoko Darmono