Suasana desa yang asri
dan tenang di sore hari senantiasa membuat kenikmatan tersendiri selepas
seharian bekerja, hingga menjelang sore hari dan bergantilah menjadi petang.
Warga yang sangat antusias pergi ke masjid untuk melakukan ibadah, hingga hujan
menyelimuti malam itu, dan dengan segerombolan anak muda nampaknya sedang asik
bercengkrama
(Dengan penuh semangat) Marno: malam tahun baru mau kemana
ni…
(terlintas terdengar
ucapan dari salah satu anak di belakang dekat jendela masjid) Bayu: nyumet mercon wae….
(dengan muka riang dan
penuh semangat) Agus:
iy tu…asikkkkk
(dengan muka penuh
tanya) Marno: kalo
hujan begini jadi tidak asik main petasan..
(jawaban kebingungan
terucap seketika) Bayu:
trus harus gimana…
(Dari kejauhan tampak Buyung segera
bergegas ikut rombongan ngobrol tersebut)
Buyung: bagaimana kalo kita ke
Tugu jogja saja….
(dengan penuh semangat
dan semangat) Bayu:
Bagus tu idemu…eits tapi macet tu..
(berlagak seperti tau
solusinya) Buyung:
itu mah urusan gampang…
(dengan muka penuh
tanya) Bayu: lha bagaimana solusinya
(dengan rasa bangga
ingin memberikan solusi) Buyung: kita jalan kaki aja, khan cepat sampai dan ngak kena macet
(dengan seperti Marno: bisa itu idenya, lagi pula
menikmati malam dengan jalan kaki sepertinya lebih asik lho
Agus: aku ngikut aja dehhhhhh
Sudah hampir jam
Sembilan malam.Warga yang awalnya menunggu hujan reda akhirnya pulang ke
rumah masih-masih meninggalkan segerombolan anak muda tersebut.Tak terasa
keesokan harinya jam sekolah telah menantiku, di tengah kehidupan sekolah
tersebut ada pertanyaan
Malam tahun baru mau kemana?? Dengan percaya
diri dan yakin seyakin-yakinya, aku jawab, aku sudah ada acara dengan teman
kampungku.
Sontak jawaban
terdengar dari sampingku,,em…
”tak kira belum
ada acara, mau tak ajak main PS ne….” kata Andi.
“ya mau gi mana
lagi, teman-teman desaku untuk pada janjian mau ke tugu jogja menikmati malam
ganti tahun ni” kataku.
Tak lama dari obrolan
tersebut, terdengar pula teman-teman perempuan yang dengan lebay sekaligus ikut
obrolan, menggunakan gaya masing-masing dalam berbicara.
“aku mau ngajak
kalian ni semua” kata Puput. “kemana” sontak kata itu terucap hampir semua
laki-laki yang ada di situ, baik itu dalam mulut mereka mungkin hati merekapun
juga sama. “ke rumahku lah, daripada ke luar menghabiskan uang, lebih baik ke
rumah melihat film” kata puput dengan muka yang manis.
“boleh tu” sahut
Andi dengan mengagguk kepalanya ke bawah.
Tepat tanggal dua
Januari, Bayu menghampiriku di rumah, ia membawa kabar baik untukku.
“hey,,,ada kabar baik ini” kata Bayu dengan muka senyum bahagia.
“kabar baik apa” sahut aku dengan
rasa sedikit mengantuk
“coba cek koran Bernas hari ini” kata Bayu dengan
tegas
“memang ada apa”
kataku dengan santai
“kita masuk Koran lo…” kata Bayu dengan tegas dan lugas
“kok bisa, “ kataku terheran-heran
“kemarin ternyata ketika kita
berfoto bersama, itu merupakan seorang wartawan yang mengambil gambar kita”
kata Bayu
dengan sabar menerangkan kepadaku yang masih mengantuk
“iya po, di halaman berapa” kataku
lagi yang
masih menyimpan tanda tasnya
“halaman satu broooo,,,besar lagi
fotonya” Kata Bayu dengan penuh semangat
No comments:
Post a Comment